Minggu, 16 Juni 2013

Produk Makanan Khas Majalengka

Berikut kami akan bahas makanan khas daerah Majalengka, yang keberadaannya makin langka di temui. Padahal dengan seiring perkembangan kota Majalengka yang mulai menampakan perkembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonominya yang mulai meningkat, makanan khas ini adalah salah satu peluang usaha/bisnis yang cukup punya masa depan yang baik.


1. Kecap

Kendati belum didukung dengan promosi besar-besaran, namun kecap Majalengka yang dikenal dengan Kecap Segi Tiga itu, terbukti mampu bertahan selama setengah abad lebih sejak 1952 silam. Dengan dukungan beberapa daerah tetangga sebagai pemasok bahan baku, Kecap Segi tiga Majalengka masih mampu bertahan sampai saat ini.

Beberapa daerah tercatat sebagai pemasok utama bahan baku pembutan Kecap yang dirintis oleh H. Lukman pada tahun 1952 itu, seperti Cirebon, Bandung, Banjar, Cianjur. Daerah itu, secara tidak langsung menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan eksistensi Kecap Segi tiga Majalengka.

sumber: http://majalengka.blog.unsoed.ac.id

 
2. Gula Cakar

Gula cakar mungkin tidak dikenal di daerah lain dan hanya di kenal di Kabupaten Majalengka. Gulanya berwarna merah berbentuk persegi ukurannya sekitar 3 cm X 4 Cm.

Gula tersebut terbuat dari gula putih dicampur soda atau jaman dulu dengan sabun beko yag berwarna kehitaman agar bisa mengembang, tak heran kalau gula ini berlubang namun lubang-lubangnya kecil, selain itu menggunakan jat pewarna yang pada umumya berwarna merah.

Gula ini biasa digunakan masyarakat Majalengka untuk menyeduh teh manis atau kopi tumbuk pahit, gulanya mudah larut hanya hitungan detik. Gula ini lebih banyak digunakan oleh masyarakat generasi tua atau masyarakat pinggiran yang fanatik akan gula untuk campuran minum teh dan kopi.

Konsumen gulan cakar ini belakangan semakin terbatas di samping produsen gula inipun semakin sedikit terkait dengan semakin mahalnya harga gula dan bahan bakar, sehingga banyak produsen yang berhenti beroprasi.

 sumber: http://www.pikiran-rakyat.com


3. Rangginang

Sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari nasi atau beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari lalu digoreng panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang banyak. Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Seringkali rengginang dibuat dari nasi sisa yang tak termakan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk kemudian digoreng dan dijadikan rengginang.


4. Nasi Lengko

Nasi Lengko, berupa nasi nasi putih panas yg diberi topping tempe goreng, tahu goreng, mentimun (mentah segar, dicacah), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera), dan kecap manis. Dan, umumnya kecap manis yang dipergunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.


5. Dan banyak makanan khas lainnya seperti Opak ketan, Opak Singkong, Soto Khas Majalengka, Jalakotek, aneka kripik, dll.


Semuanya hanya butuh marketing pada product packaging, sehingga dengan tampilan dan kemasan yang menarik bisa mempercepat perkembangan bisnis makanan khas Majalengkan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar